Tidak jarang kita mendengar kata terserah dengan menjawab pertanyaan seperti mau makan apa, mau makan dimana. Banyaknya pilihan makanan bisa menjadi alasan kenapa kita menjawab dengan kata terserah. Tetapi ada yang berbeda dengan kata terserah kali ini. Biasanya, memilih makanan terserah pada siapa yang akan membelinya, lain halnya di Terserah Mayu, makanan yang disajikan tergantung pada sang owner dan head chef bernama Mayu.
Terserah Mayu merupakan suatu usaha F&B yang menyajikan pastry dan pasta. Berawal pada tahun 2017, Mayu membuka usaha rumahan dengan sistem Pre-order yang memang dibuat sesuka Mayu kapan akan membuka Pre-order atau tidak. Calon pembeli harus terus memantau sosial media dari Terserah Mayu jika ingin melalukan pemesanan, karena tidak ada waktu dan hari yang sudah ditentukan. Itu merupakan salah satu alasan kenapa nama dari bisnis ini adalah Terserah Mayu, mulai dari sistem pemesanan hingga makanan yang akan dibuat memang terserah Mayu.
November 2020, Mayu membuka kedai kecil yang bukan lagi dari rumahnya. Dengan alasan rumah Mayu berada disuatu perumahan biasa yang memang jarah dari rumah satu kerumah yang lain sangat dekat. Setiap membuka Pre-order , sering kali kurir atau ojek online yang mengantar atau mengambil pesanan salah rumah dan membuat tetangga dari Mayu sedikit risih. Oleh karena itu Mayu memutuskan untuk membuka kedai kecil ini.
Terserah mayu memiliki konsep untuk membuat makanan yang belum pernah ada atau jarang ditemui. Salah satu menu dari Terserah Mayu merupakan pai dengan crust yang mempunyai rasa yang manis diisi dengan isian atau feeling yang cenderung asin dan vegetarian friendly. Seiringnya berjalan waktu, Mayu membuat menu-menu yang tidak vegetarian friendly juga. Banyak yang sudah membeli makanan dari Terserah Mayu ini mengatakan bahwa memang benar rasa yang diberikan belum pernah ada sebelumnya, ada rasa unik dan ciri khas dari Terserah Mayu ini. Menu favorit dari Terserah Mayu ini adalah pie jamur kerajaan yang menggunakan bahan-bahannya yang high quality seperti memakai tiga macam keju, jamur shitake yang memang grade dari jamurnya lumayan mahal dan pie crust nya juga premium.
“Di sini itu aku pengennya nonjolin rasa yang otomatis yang keju banget tapi nggak enek. Di otak kita tuh kalau misalkan kayak keju kayaknya mahteh gitu, kayak blenek. Jadi aku bikinnya kecil jadinya orang bisa makan berkali-kali dan banyak juga yang bilang ini tuh creamy tapi gak enek, nah itu yang pengen aku tuju rasa yang kesitu.”
– Mayu | TERSERAH MAYU
Mayu lebih memilih untuk mempuai tempat atau kedai yang memang kecil. Dengan tujuan untuk bisa langsung berinteraksi dengan tamu yang datang. Juga dengan alasan dari Mayu dan staf yang bekerja mempunyai keintiman dan rasa kerja sama yang kuat. Dengan menjadikan staf sebagai teman, penghibur, membuat Mayu bersemangat untuk menjalani hari-hari untuk menjual makanan di kedai itu.
Mayu mengatakan bahwa membuka suatu bisnis F&B perlu dipikirkan apa yang akan dijual, carilah makanan yang memang jarang atau belum pernah ada untuk dijual. Dengan begitu, lebih sedikit pesaing dan kompetitor yang memudahkan bisnis yang akan dibuat cepat terdengan oleh masyarakat dan calon pembeli. Mayu juga mengatakan, untuk membuka usaha harus inovatif dalam membuat makanan atau cara memasarkan. Harus kuat mental untuk menghadapi cobaan yang mencoba menurunkan niat dan semangat untuk berjualan.
“Kalian itu jangan mau diatur sama custumer, kalau itu menurutku, karena kalian pasti udah punya standard sendiri. Jadi kalau misalnya ada orang mau kritik ini itu nggak papa kalau misalkan menurut kalian itu mau diubah ya ubah, tapi kalau itu udah prinsip kalian, atau emang udah ciri khas yang punya bisnis F&B kalian jangan pernah kalian ubah aja gitu.”
– Mayu | TERSERAH MAYU
Menurut Mayu, wanita yang bekerja di bidang F&B adalah wanita yang hebat. Karena pasti selalu berhadapan dengan api, oven atau gas yang memang tidak terlihat sebagai hal-hal yang dihadapi perempuan. Dengan bekerja didapur terutama hot kitchen, banyak yang terjadi yang memang berpengaruh pada diri, keselamatan dan yang memilih untuk bisnis F&B itu hebat bisa karena bisa mengambil resiko yang bisa merusak badannya dan penampilan.
“Namanya lika-liku di F&B udah pasti Tentang konsistensi Kita menjual ya Jadi sebenarnya kalau misalkan soal penjualan itu pasti bikin kita down banget kadang-kadang. Di 3 tahun mana Aku di rumah tuh ada banget yang aku buka setiap hari, ada hari dimana engga ada yang beli sama sekali. Tapi kita nggak bisa menyalahkan keadaan juga, berarti emang mungkin kita kurang promo dan Mungkin aja orang lagi bosen sama makan kita gitu. Jualan juga hari ini mungkin nggak ada yang laku tapi kan nanti besok ada hari besok ada besoknya lagi jadi nggak bisa kita menilai jualan kita hanya dalam satu hari aja.”
– Mayu | TERSERAH MAYU
