Lady Apron

Biar Makanan yang Berbicara, Bukan Embel Instagramable.

Siapa sangka, makanan yang biasa kita makan dirumah akan menjadi suatu inspirasi untuk membuat menu dalam suatu restoran. Claypot Popo, menyajikan comfort food atau makanan rumahan. Dimana makanan rumahan ini bisa dinikmati di dalam sebuah claypot. Menu dari Claypot Popo ini merupakan Chinese food  rumahan yang ada di rumah sang pemilik yaitu Florencia Calista tavares yang biasa dipanggil Flo.

Di Clapot popo, menu yang disajikan bukan hanya berasal dari Popo atau nenek dari Flo saja,  tetapi referensi dari orang tua dan flo sendiri. Dengan banyaknya referensi rasa  lalu dibuat menjadi satu kesatuan dan pada akhirnya menjadi menu-menu yang ada. Claypot Popo ingin fokus kepada mekanan yang dijual kepada pembeli, dengan tempat yang sederhana dan nyaman layaknya makan dirumah makan rumah. Flo ingin setiap orang yang ingat dengan Claypot Popo, ingat kepada makanan yang memang dibuat dengan rasa yang familiar dan rasa yang membuat rindu. 

Berawal dari  Pasar Santa,  dengan harga sewa yang lumayan murah, Flo hanya ingin  mencoba-coba mempunyai usaha sendiri. Sebelumnya, Flo bekerja di Advertising agency tetapi dengan  adanya kesempatan dan tempat yang lumayan murah, tidak ada salahnya untuk mencoba buka usaha sendiri. Tetapi memang untuk melakukan sesuatu hal baru tidak lah gampang. Inspirasi utama dari Claypot Popo sudah pasti karena Flo dibesarkan oleh Popo, sampai dimana pada logo Claypot Popo, ada huruf mandarin yang menuliskan nama sang nenek. Claypot Popo juga ingin memperkenalkan kepada masyarakat bagaimana  Chinese food rumahanDulu, dalam waktu satu tahun setengah Claypot Popo hanya memiliki satu menu dengan dua varian yaitu claypot siram telur matang atau telur mentah. 

“Jadi inspirasinya customer sendiri yang akhirnya demand nya baik, inputnya baik terhadap makanannya Claypot Popo, jadi bisa ke depannya menciptakan menu-menu lainnya yang kira-kira market Belum tahu nih mungkin,  ada Chinese food seperti ini ya aku share lewat Claypot Popo gitu sih. Hampir semua kalangan  yang menjadi target yang Claypot Popo bisa makan ya, karena ngomongin makanan harusnya nggak ada kaya, miskin, ada semua Harusnya bisa makan bisa menikmati gitu.”

Sudah enam tahun Claypot Popo berdiri, menu makanan pun bertambah. Untuk saaat ini ada total enam makanan utama di menu Claypot Popo. Tetapi, makanan yang menjadi favorit dari pengunjung Claypot Popo masih claypot siram telur matang atau telur mentah. Setelah menurunnya pelanggan di Pasar Santa, Claypot Popo buka di Sabang. 

“Aku memutuskan buka di Sabang, terus juga di Sabang Baru 6 bulan waktu itu sempat kebakaran, terus  baru tanda tangan sewa tempat di Melawai, ada pandemi. Mustinya buka April Jadi buka Desember gitu. jadi ya kalau ngomongin ups and downs justru kalau nggak ada downnya ya jadi aneh ya,  Kalau aku sih ya udah ikutin aja gitu, jalanin aja.”

Wanita didunia F&B tentu bukan hal yang mudah. Flo mengatakan bahwa jika memang ingin masuk kedunia F&B harus bisa menerima keribetan. Karena menjalankan F&B tidak hanya ada satu bagian saja, tetapi banyak faktor pendukung yang harus dijaga konsistennya dan efisien agar bisnis menjadi lanjar dan terkendali. Semua bagian harus bekerja sama demi kelancaran suatu usaha, dan sebagai owner pun juga harus merangkup dan membantu. F&B penuh hal-hal yang tidak diduga, jadi memang harus siap dengan apapun yang terjadi selama mengolah bisnis di dunia F&B.

Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Discover more from Tworubber

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading