Lady Apron

Wanita Di F&B? Harus Pintar Juggling Waktu Dan Prioritas!

Menjadi seorang ibu bukan alasan tidak meneruskan passion bagi wanita-wanita ini. Nike dan Putri membuat suatu usaha yang memang sesuai dengan kesukaan dan keinginan mereka. Nike, dahulu kuliah dengan jurusan desain komunikasi visual, tetapi tidak pernah kerja di suatu agency. Nieke juga pernah menjadi guru piano. Sedangkan Putri  sekolah di belanda dengan jurusan komunikasi, recruiter selama 7 sampai 8 tahun kerja awal, pernah menjadi penjait, dan menjadi marketing di salah satu perusahaan selama 2 tahun.

Karena menjadi seorang ibu sambil melakukan pekerjaan pekerja bukan hal yang mudah.  Stres dan lelah membuat Nieke membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri. Mempunya hobi membuat roti adalah salah satu cara untuk menenangkan diri. Sampai dimana suami dari Nieke bertanya bisa membuat bagel atau tidak. Belum pernah coba bagel sebelumnya, Nieke mencoba membuat pertama kali dengan hasil yang memang kurang baik, bagel yang seperti roti biasa dan tidak bisa di makan karena keras. Setelah mencoba beberapa resep, Nieke berhasil membuat bagel dengan tekstur yang pas. Kebetulan, Putri sedang berada dirumah Nieke untuk berkunjung. Setelah bagel itu jadi, Putri dan suami  mencobanya. Karena dulu suami dari Nieke dan Putri sama-sama sekolah di Belanda dan sama-sama suka makan bagel, mereka mengatakan bagel buatan Nieke enak, dan Putri juga mendorong untuk menjual bagel tersebut. 

Waktu tahun 2014 lalu, belum ada bagel yang proper di Jakarta menurut mereka. Membutuhkan waktu 6 bulan untuk menemukan resepnya, mereka menggunakan bahan yang ada di Indonesia, mereka juga tidak mencari yang fancy dan yang tidak terlalu mahal. Setelah itu, mereka berani untuk menjualnya. Dan ternyata di sambut baik oleh orang-orang yang mempunyai pemikiran yang sama yaitu susah mencari bagel di Jakarta.

“Makanan buat gue itu sebenernya kayak source of entertainment. Bisa di bilang uang gue tuh abis di makan. Karena gue suka banget makan enak. Makanan mungkin pintu kebahagiaan kali ya, yang affordable, cepet ada. Gak perlu nabung dulu, terus udah gitu begitu makan kita happy. Kalau kerja itu kan stres kan, nah gue salah satu orang yang stress eating. Dan kita punya kesempatan menjadikan makanan ini sebagai source of income, source of passion, jadi ketemu aja kali ya jodohnya. Kita bisa bikin jakarta style bagel. Dan akhirnya diterima.”

– Nike & Putri | MADBAGEL

Restoran ini diberi nama Mad Bagel. Beberapa faktor kenapa mereka memberi nama Mad Bagel adalah pada awalnya mereka merupakan ibu-ibu yang baru mempunyai anak yang juga melakukan pekerjaan. Mereka juga ibu-ibu yang idelais. Lalu mereka berpikir bahwa bagel merupakan makanan dari New York dan di New York ada suatu jalan bernama Madison Avenue. Nieke dan Putri juga berfikir karena memang mereka suka bercanda dan tertawa dalam melakukan semua hal, terfikir bahwa nama dari restoran mereka ada mengandung unsur mad atau bisa diartikan dengan gila karena perilaku mereka. Dengan semua bergabung menjadi satu, jadilah mereka memberi nama Mad Bagel.

Pada awalnya, konsep yang terfikirkan adalah untuk menjadi “The most authenctic new york style bagel”. Tetapi, pada akhirnya Nieke dan Putri berfikir bahwa setiap orang punya taste masing-masing yang memang susah untuk ditentukan mana rasa yang authentic. Dan akhirnya mereka membuat konsep mendifinisikan sebagai brand yang mempelopori kecintaan terhadap bagel. Mad Bagel juga merupakan restoran fast food. Bukan dalam arti yang tidak sehat, melainkan makanan cepat dan makanan praktis. Bagel yang ada dan dijual di New York tidak ada yang manis, tapi karena Nieke dan Putri melihat bahwa masyarakat bisa dengan menerima makanan manis, Mad Bagel membuat Nutella Bagel. Savory bagel juga tersedia di Mad Bagel, seperti smoked salmon, smoked beef and egg yang dibuat untuk lidah indonesia. Selain Nutella Bagel tersedia juga strawberry creamcheese. Seperti makan eskrim dan yoghurt.

Nike berperan menjadi owner, head of production dan melihat produksinya produk yang di jual di Mad Bagel. Sedangkan Putri sebagai owner, commercial dan bagian depan dari toko Mad Bagel itu sendiri. Mereka berusaha keras untuk menjadi bisnis owner yang baik tetapi tidak melupakan kewajibannya sebagai seorang istri dan seorang ibu. 

“Harus pinter juggling waktu, juggling prioritas. Jam 8- 10 dan 9 – 11 mereka ngurusin anaknya School From HomePick the battle yang mana yang mau dilakuin saat itu. Dan musti lancar komunikasi ke partner.Terus wanita di F&B itu juga dari sisi internal keluarga, karena kan kita kebetulan 2 ibu. Waktu kita sama-sama 24 jam, tapi ada bisnis yang harus dilakukan, ada anak, ada suami yang harus semuanya di urusin. terus gak punya waktu libur, hari minggu F&B tetap jalan. Sementara itu waktunya untuk keluarga. Jadi challenging ya, karena semuanya harus 100%.“

– Nike & Putri | MADBAGEL

Tentu seseorang yang mempunyai sebuah bisnis, ingin bisnisnya berkembang dengan baik. Nieke dan Putri menginginkan Mad Bagel punya brand baru, mereka juga  punya mimpi untuk  bisa buka di luar negeri tapi sebagai bagel Jakarta. Mereka juga ingin bertambah pegawai dan buka lapangan kerja. Keinginan utama mereka adalah, mereka ingin Mad Bagel menjadi home brandatau top of mind brand. Yang dimana jika ada seseorang yang ingin membeli bagel, walaupun ditempat lain, seseorang tersebut terfikirkan Mad Bagel. 

“#smallwinsmatter. Berlaku untuk semua bisnis ownerThere are times dimana ngerasa gini-gini aja, dan merasa gak kemana-mana, kita harus appreciate small wins. Harus simply buka aja dari rumah dulu, karena kalo kebanyakan ngomong gak jalan-jalan.”

– Nike & Putri | MADBAGEL

Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Discover more from Tworubber

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading