Uncategorized

The New Era of Vertical Farming!

Semakin menipis dan mengecilnya lahan pertanian konvensional, otomatis para pebisnis dan pengembangfood technology harus berpikir keras untuk mencari jalan keluar. Sentrafarm adalah salah satunya. Berdiri sejak satu tahun yang lalu, tujuan didirikannya Sentrafarm adalah untuk me-nurish urban community dengan menyediakan hyper local dan high quality food, dimana Sentrafarm menumbuhkan tanaman dengan prinsip yang sustainable, menggunakan teknologi.

Mushab adalah salah satu founder dari Sentrafarm, yang mendirikan Sentrafarm atas dasar ketertarikannya pada food technology. Ia suka menanam karena memang ketertarikan pribadinya terhadap inovasi pada bidang agriculture food technology yang juga diaplikasikan pada pangan. Background studi dari Mushab adalah agriculture technology, yang menuntunnya kepada Sentrafarm dan startup  pada bidang bio technology yang juga aplikasinya pada pangan. 

Sentrafarm adalah indoor vertical farming company, yang pertama menerapkan sistem vertical farming. Untuk vertical farming itu sendiri adalah proses atau metode pertanian dimana metode menanam tanamannya menggunakan menggunakan LED spektrum cahaya sebagai pengganti matahari. Metode ini memfasilitasi untuk melakukan farming di dalam kondisi ruangan. Dimana iklim udaranya bisa diatur. Selain itu pengunaan space-nya juga lebih maksimal,  karena untuk mengskalakannya, Sentrafarm men-stek media tanamnya sehingga bisa memproduksi hampir 50 kali lebih banyak per meter persegi, dibanding dengan konvensional farming.  Yang terpenting dari Vertical farming adalah media tanamnya sendiri. Sentrafarm menggunakan 2 metode yaitu hidroponik dan aeroponik. Metode hidroponik menggunakan air untuk menjadi media nutrisi, media tanam tanaman dan menyalurkan nutrisinya ke tanaman tersebut, ketimbang menggunakan tanah. Berbeda dengan aeroponik adalah metode yang menggunakan embun. Yang paling penting dari vertical farming juga termasuk LED spektrum atau pencahayaan. Dimana sebenarnya tanaman yang diluar sana yang menggunakan matahari, tidak semua cahaya matahari dibutuhkan dan digunakan oleh tanaman. Dengan LED, Sentrafarm menggunakan spectrumcahaya yang hanya dibutuhkan oleh tanaman. Teknik ini dinilai lebih efisien dan tumbuhnya pun jauh lebih cepat karena menggunakan teknologi tersebut.

Berangkat dari permasalahan dunia dimana Sentrafarm mencoba untuk address 2 poin penting. Pertama adalah peningkatan demand bahan pangan, dimana pada tahun 2050 akan ada 9 miliar lebih manusia yang memenuhi dunia ini. 80% penduduk ini akan bertempat tinggal di urban area atau perkotaan. Disatu sisi lain, untuk produksinya sendiri mengalami land degaradation. Dimana sepertiga lahan subur sudah tidak produktif lagi. Kemungkinan karena faktor penggunaan pestisida dan industrial farming.  

“Untuk penggunaan resource-nya sendiri, seperti air, kita melihat 70% fresh water atau air segar itu digunakan untuk agricultureNah dengan sistem ini kita memberikan solusi dimana kita bisa memproduksi tanaman 50 kali lebih banyak per meter perseginya, penggunaan air yang jauh lebih sedikit. Bisa sampai 90 kali lebih sedikit airnya dan untuk mengimplementasikan sistem tersebut juga tidak perlu menggunakan lahan subur. Bisa diimplementasikan dimana saja,” tambah Mushab.

Untuk prosesnya sendiri dimulai dari bibit yang dimasukan kedalam media tanam untuk proses penyemaian. Setelah proses penyemaian, bibit akan dipindahkan ke media tanam yang fungsinya untuk menumbuhkan tanaman tersebut hingga panen. Setelah itu prosesnya kalau sudah berada di media tanam, sistem otomatis Sentrafarm bisa mendeteksi umur dari tanaman tersebut. Sistem akan memberikan nutrisi sesuai dengan kebutuhan umur tanaman. Setelah umur 25-30 hari, yang merupakan keunggulan dari metode ini, Sentrafarm dapat menghasilkan berat yang sama, dengan cara konvensional yang membutuhkan 50-60 hari. Keunggulan lainnya adalah ketika sudah masuk ke sistem dan media tanam, tidak perlu lagi memindah-mindahkan tanaman dan tinggal ditunggu sampai siap untuk dipanen.

Dengan metode yang digunakan, Sentrafarm dapat menanam lebih dari 250 jenis tanaman, karena mereka tidak bergantung dengan ketinggian tanah, lingkungan luar, dan bisa dimodifikasi suasana iklim yang diimplementasikan kedalam ruangan. Di Lab Sentrafarm, Tworubber melihat berbagai jenis warna spektrum cahaya yang ternyata memiliki fungsinya masing-masing. Spektrum ini termasuk bisa dikontrol melalui platform mereka mulai dari climate, panjang spektrum cahaya, jumlah nutrisi, suhu dan PH tanaman, sehingga mereka bisa menghasilkan karakteristik yang sesuai dengan apa yang diinginkan. Contohnya, ketika ingin memproduksi letuceyang rasanya lebih gurih, lebih manis atau lebih renyah itu semua bisa di atur. Food computer akan memproses semuanya dan mengontrol tangki nutrisi yang akan dialirkan melalui pipa di setiap rak, yang menggunakan sistem closed loop sehingga bisa menggunakan 95 kali lebih sedikit air dibanging pertanian konvensional. Semua otomatis melalui software. Fungsi kipas di setiap sudut rak adalah untuk menyalurkan hawa panas yang didapatkan dari LED, sehingga tanaman bisa tetap dalam kondisi suhu yang diinginkan. Suhu ideal ruangan ada pada 25-27 derajat celcius.

Perbedaan warna yang tadi sempat disebutkan akan mengasilkan tanaman sebagai berikut; ketika lampu LED spektrumnya biru, akan didapatkan tanaman yang teksturnya lebih tebal dan agak bitter. Warna merah akan membuat tanaman lebih tipis dengan batang tinggi serta rasa yang netral, sedangkan full spektrum menghasilkan tanaman yang lebar dan lebih manis. Selain itu Sentrafarm juga sedang mengembangkan prototype untuk portable system.

The art of indoor vertical farming ini, kita bisa bener-bener punya full kontrol untuk menumbuhkan tanaman. Biasanya kalau diluar sana kita sangat terpengaruhi oleh kondisi lingkungan dan lain sebagainya. Kalau disini kita bener-bener bisa tau real time akan panen seberapa lama, rasanya seperti apa, teksturnya seperti apa, penggunaan energinya kita bisa hitung, dan sebagainya.”

Sampai saat ini Sentrafarm sudah supply ke salah satu salad bar dan 2 e-commerce yang berada di Jakarta. Salah satu customer Sentrafarm yang kini menjual hasil pangan menjadi bahan olahan makanan adalah Eat Releaf.

Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Discover more from Tworubber

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading