Uncategorized

Terinspirasi Dari Film Mamma Mia!, Gypsea Jadi Incaran Acuan Hidup Sehat.

Sebagai seseorang yang mengedepankan health, Novita Sari atau yang biasa dipanggi Ovi melahirkan Gypsea sebagai sarana pilihan untuk mereka yang ingin diet dan doyan berolahraga. “Gue orang yang agak strict kali ya kalau soal kesehatan, sukanya olahraga, jadi kalau pagi tuh hampir tiap hari jam 6 udah lari keliling rumah. Kalau makanan, gue lebih suka masak sendiri sebenernya. Kalau lagi cheating-cheating ya paling makan mecin.” Ujar Ovi.

Lulus SMA dari Balikpapan, ia lalu pindah ke Jakarta mengambil jurusan teknik informatika di Yayasan Administrasi Indonesia (YAI), Salemba, yang menurutnya sering sekali tawuran. Setelah kuliah, ia masuk ke aslah satu service center di Jakarta, untuk divisi hard complain area. Ovi merasa, melalui pengalamannya, ia menjadi sangat customer oriented dam selalu mengedepankan kebutuhan customer-nya. Setelah resign, ia kemudian jatuh cinta dengan food & beverage (F&B) di tahun 2012. Terjun ke salah satu bakery & pastry dari Jepang, setelah 3 tahun perjuangannya dan akhirnya tempatnya bisa menjadi ramai, ia merasa membutuhkan lebih banyak tantangan. Sehingga Ovi memutuskan untuk pindah ke coffee shopbolak-balik Jakarta-Bali, untuk memenuhi cintanya terhadap F&B.

You are what you eat. Soalnya yang lo makan itu kan di proses sama tubuh nih, jadi gue gak sembarangan makan juga jadinya. Tapi gak strict banget ya. Masih suka cheating makan yang lain juga kok. Cuma berusaha mengurangi, gak banyak makan minyak, terus banyakin makan sayur-sayuran dan buah-buahan dan gue sebenernya anaknya anak ikan banget, makan ikan terus,” jelas Ovi.

Ia membuka Gypsea karena menurutnya sangat sangat mencerminkan dirinya. Ovi sering mem-posting dirinya yang sedang berolahraga di instagramnya, serta menu-menu makanan sehat yang menarik perhatian pengikutnya. “Nah itu banyak banget yang suka nanyain, ‘itu menunya gimana dong bikinnya?’ Kadang gue suka ribet juga kan ngasih taunya. Jadi kepikiran kayak, kenapa gak buat yang kecil aja. Kalau secara bisnis fixed cost setiap bulannya gak gede. Tempatnya juga gak gede-gede banget,cuma buat to-go, yasudah akhirnya buat Gypsea deh.” Tambah Ovi.

Gypsea sendiri berasal dari 2 suku kata. Gypsea karena Ovi suka style-nya, sedangkan sea adalah laut. Kedua suku kata yang melengkapi hidup Ovi. Logo yang terpampang pun menggambarkan pola konsumsi Ovi sendiri. Dimana dalam satu porsi semuanya lengkap, ada lauk, ikan, buah, sayur serta jus untuk setelah makan. Kiblat konsep dari Gypsea adalah film Mamma Mia! Sehingga dapat langsung dirasakan vibe Greek yang berbau merah jambu baik di luar maupun di dalam Gypsea. Orang banyak yang menyebutnya ‘Jakarta rasa Bali.’ Karena Ovi mencoba untuk menarik konsep tersebut untuk direalisasikan di Jakarta.

Sebenernya ini udah dari novemeber tahun lalu, cuma karena ada beberapa hal, sempet ada banjir kan di awal tahun. Jadi kita nge-build lantai untuk dinaikan kembali. Namanya sebenernya dari ngobrol – ngobrol berdua adik gue. Tadinya sebenernya gue pengen kasih nama Fernando. Karena itu salah satu lagu yang ada di film Mamma Mia! kan. Tapi dikasih tau kalau Fernando nanti dikiranya pacarnya lagi,” Ovi tertawa lepas.

Dibuka pada tanggal 27 July 2020 sebagai soft opening, Ovi mengaku terhatu karena ternyata feedback dari para pengunjung sangat baik. Dalam waktu dekat, Ovi akan membuat grand opening untuk mensahkan keberadaan Gypsea di tengah anak jaksel.

Makanan sehat untuknya adalah makanan dengan komposisi gizi yang benar. Selain ingin menularkan kebiasaan baiknya untuk hidup sehat melalui Gypsea, Ovi sangat enjoy dalam bekerja di dunia F&B, “Satu mikirin menu, pairing foodtest food. Yang paling gue suka adalah ketika berhapadan dengan customerKan gue tipenya people person ya, jadi yang ketemu sama customer, ngobroljadiin mereka teman, yang networking-nya makin panjang, itu menyenangkan sekali sih buat gue.” Ovi juga sempat mengatakan bahwa ia tidak suka untuk bekerja hanya di depan laptop saja. Passion-nya lebih mengarah kepada bidang kreatif dan sesuatu yang menghasilkan karya. Belum cukup sampai disitu, menurutnya apabila ia tidak menjadi owner, dirinya akan menjadi personal trainer, walaupun sebenarnya cita-cita awalnya adalah menjadi translator bahasa asing.

“Menurut gue cewek kerja di F&B itu harus pinter-pinter jaga diri. Kenapa? Karena kan kita ketemu dengan berbagai macam customer yang aneh-aneh. Apalagi posisi gue, di beberapa restoran sama cafe yang gue kerja sekarang itu, event marketing. Jadi kalau misalnya lagi event banquet atau ngurusin party, pasti ketemu yang usildan yang mabok. Cuma kitanya juga punya prinsip jadi mereka juga ngehargain kita sih.

Ovi juga mengaku pernah diremehkan karena mungkin dari postur tubuhnya yang mungil. Ia yang harus standby dari subuh untuk loadingevent yang di tangani olehnya. Mengangkat-angkat barang dan meja. Menurutnya itu adalah hal yang biasa. Namun, sering kali laki-laki masih melihatnya sebelah mata.

Customer menurut gue, seperti teman buat kita. Gue tuh gak suka ya kalau misalnya gue ke restoran atau apa, yang customer-nya cuma order, dan si staff-nya cuma yaudah ngasih makanan. Terus hubungannnya udah kelargitu aja. Gue tuh gak mau, gue maunya ketika mereka masuk rumah gue, gue maunya mereka tuh gue treat as a friend yang panjang gitu loh relationship-nya. Jadi mereka gak kesini cuma buat beli makanan tapi mereka bisa ngobrol, bisa ini, bisa santai bisa nyaman.” Ovi ingin Gypsea bisa menjadi tujuan dikalangan semua umur. Namun rata-rata yang datang berkisaran umur 25 tahun sampai 50. Dari yang sudah kuliah, sampai kerja. Seiring meningkatkan customer yang berdatangan, di masa depan Ovi berharap agar Gypsea bukan menjadi sekedar F&B, tetapi merambah ke clothing line dan home decor. Menjadi suatu grup yang memang segalanya yang dijalankan sesuai dengan sosok Ovi sendiri. Ovi juga ingin membagikan tips kesehatannya melalui menjadi nutritionist, dengan mempelajari ilmu-ilmu yang ada.

Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Discover more from Tworubber

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading