Uncategorized

Bruule Viral, Produk yang Akan Berbicara Sendiri.

Disaat awal Pandemi kemarin, kami semua yang ada di bruule terkena dampak. Beberapa usaha dan pekerjaan kami terancam berhenti. Ide bisnis bruule yang sebenarnya sudah direncanakan tahun 2019 akhirnya kami mulai dengan tujuan survive dan membantu keluarga, sahabat, dan orang sekitar. Bermodal resep keluarga, spaghetti bruule kami coba modifikasi menjadi rasa yang lebih menyesuaikan dengan lidah orang Indonesia dengan menambahkan cabai bruule didalamnya. Walaupun bentuknya seperti makanan barat, tetapi rasa rumahan dan cita rasa Indonesia sangat kental di bruule, sehingga memberikan sensasi tersendiri untuk setiap orang baru pertama kali mencoba. 

Bruule adalah makanan yang basic-nya Spaghetti panggang, yang dibawahnya menggunakan saus bolognaise dan atasnya dipanggang dengan keju. “Awal mulanya Bruule itu sendiri memang resep keluarga, resep bude aku. Nah jadi waktu acara keluarga itu memang sudah sering nih ada nih Spaghetti Bruule. Sampe akhirnya kita modifikasi sendiri, keluargaku modifikasi, kita buat rasanya lebih ke Indonesia. Karena memang awalnya itu spageti panggang tuh western banget gitu, bolognaise-nya juga agak asam. Kebetulan aku sama keluarga aku nih lidah-lidah Sunda, orang Sunda, seneng pedes kan, gak begitu seneng enek-enek. Jadi kita modifikasi sedikit, kita tambahin cabai, terus saus bawahnya juga kita gak begitu asam, lebih agak ke manis, lebih gurih, jadi lah spaghetti Bruule.” Jelas Ila dan Chaka.

Bruule, akhirnya memberanikan diri menjual produk pertamanya pada 28 Maret 2020, dengan sistem pre-order dan menargetkan 12 Loyang / minggu. Kami memulai masak di dapur rumah sendiri, membuat account Instagram, bahkan belum ada nomor telfon pada saat itu. “Akhirnya bisa sebesar itu ya itu, karena kalau orang sudah suka produk, produknya tuh sudah bicara sendiri. Jadi juga kita kaget influencer malah nge-DM kita, ‘mau dong dikirimin.’ Karena jujur kita gak punya koneksinya juga, mau minta juga malu. Itu sih kita juga mau berterimakasih banget sama temen-temen influencer yang memang mau coba.” tambah mereka berdua.

Bisnis F&B yang terdampak akibat pandemi ini, juga mempengaruhi bisnis F&B suami Ila. Bukan hanya itu Ila, Chaka dan tim juga memiliki kebutuhan untuk keluarga dan anak mereka. Ia juga melihat keadaan sekitar, dimana banyak sekali yang terkena PHK dan tidak ada pemasukan sama sekalu. Sampai akhirnya Ila dan suaminya terdorong untuk membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain, baik dari segi karyawan maupun ojek online yang terkena dampak. 

Rise & fall itu memang beneran ternyata investasi untuk R&D produk, tau maunya pasar tuh menurut kita paling penting, dibanding dengan budget marketing yang gila-gilaan. Karena kalau sudah marketingnya sekeren gimana, kalau produknya b aja orang gak akan repeat order atau referensiin kan.”

Selain itu, Bruule juga mengedepankan relasi dengan customer. Ila dan Tasya yang sempat menjadi admin pemesanan, sehingga mereka berdua sangat in touch dengan para customernya. Dimarahin & dijudesin sudah menjadi makanan sehari-hari. Tetapi menurut mereka customer service dan perhatian terhadap lingkungan merupakan hal yang penting. Tidak sedikit customer yang kembali membeli lagi karena ada sentuhan human touch yang ternyata membuat customer merasa nyaman. Contohnya membantu ibu-ibu yang kurang paham menggunakan jasa ojek online, Bruule bantu pesankan dan di make sure sampai tempat dengan selamat. Juga penggunaan tas multipakai & alat makan kayu untuk mengurangi sampah plastik, menjadi poin plus di mata customer.

“Untuk marketing, Kami percaya efek word of mouth. Jadi pertama tama kami menawarkan ke keluarga dan teman dekat lalu minta feedback. Minta dipromosiiin juga di sosmed kalau memang suka. Influencer dan pelanggan mengambil peran penting sebagai pemberi testimoni dan memperkenalkan product bruule kepada orang sekitar dengan efektif.”

Dengan berkah yang diterima oleh bruule, akhirnya kami mulai menata untuk terus belajar dan berkembang. Bruule berharap bisa membawa manfaat lebih banyak lagi kepada orang sekitar dan yang terkena dampak ditengah kondisi yang sulit saat ini,  Dengan cara memperbanyak berkolaborasi lebih banyak, dengan supplier, mengajak kerjasama digital e-commerce, reseller (luar kota), coffee shop, serta pabrik untuk memperbesar produksi.

“Alhamdulilah, setelah 1 semester bruule lahir, hari ini kami sudah dibantu oleh >50 orang yang hampir semuanya terdapak didalamnya, dengan rata2 perhari 600 pesanan yang meliputi area Jakarta, Tangerang, Depok, Bogor, Bekasi, Bandung, Semarang, Surabaya, Malang, Lampung. Dengan berkah yang diterima oleh Bruule, akhirnya kami mulai menata untuk terus belajar dan berkembang. Bruule berharap bisa membawa manfaat lebih banyak lagi kepada orang sekitar dan yang terkena dampak ditengah kondisi yang sulit saat ini,  Dengan cara memperbanyak berkolaborasi lebih banyak, dengan supplier, mengajak kerjasama digital e-commerce, reseller (luar kota), coffee shop, serta pabrik untuk memperbesar produksi.” tutup Ila dan Chaka.

Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Discover more from Tworubber

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading