Salty Fish bar baru di kawasan SCBD, Jakarta Selatan buat kami ini bukan sekadar tempat minum saja. Salty Fish terasa seperti jawaban atas sesuatu yang lama dirindukan. Masih dalam asuhan The Golden Tooth Bar, yang dikenal dengan racikan koktail yang presisi dengan atmosfer yang khas, Salty Fish hadir dengan pendekatan yang jauh lebih liar, lebih terbuka, dan lebih berani.

Salty Fish sejak awal memperlihatkan energi yang berbeda. Musik menjadi denyut utamanya bukan sekadar latar, tapi jadi ritme dari keseluruhan pengalaman. Salty Fish hadir dengan cukup ruang untuk melantai, cukup berisik tapi juga ada sisi yang sopan dan lebih kalem lagi jikau kau beranjak ke bar sisi satunya lagi, The End, bar tersembunyi di dalam Salty Fish, menawarkan suasana yang sepi, padat, dan kontemplatif. Dirancang dengan prinsip desain Bauhaus yang minimalis dan tenang, The End seperti lorong menuju dunia lain untuk kau yang datang bukan untuk berpesta.

Kembali ke ruang utama, Salty Fish menghadirkan sesuatu yang jarang kita lihat: sebuah menu konsep yang benar-benar terstruktur. Tujuh koktail klasik diinterpretasikan ulang dengan pendekatan yang tidak main-main. Bukan sekadar permainan gimmick visual, tapi juga rasa yang cukup berani, seperti rasa koktail-koktail yang akrab, lalu mengajak kita mencicipinya dalam format baru. Bayangkan Old Fashioned dengan sentuhan umami, atau Espresso Martini yang direka ulang agar terasa seperti kejutan.
Jika The Golden Tooth adalah penghormatan untuk masa lalu, Salty Fish adalah langkah maju tidak takut pada kebisingan, tidak takut pada ke-ria-an. Di balik volume dan warna, ada keseriusan dalam peracikan, ada niat yang rapi di balik setiap gelas yang ditaruh di meja
