Acar adalah sebuah makanan hasil fermentasi yang sering kita temui dan selalu berada di meja makan. Menurut para peneliti acar sudah ada sejak 2.400 SM dan orang pertama yang membuat dan mengkonsumsi acar yaitu masyarakat Timur Tengah. Masyarakat Timur Tengah mengkonsumsi acar dikarenakan cuaca di daerah Timur Tengah sangat panas. Oleh karena itu masyarakat disana mengakali hal tersebut dengan mengolah buah dan sayuran menjadi acar agar tetap tahan lama dan bisa dikonsumsi dalam jangka waktu panjang.

Pembuatan acar juga terbilang sangat mudah dengan bahan-bahan yang gampang ditemukan disekitar kita. Acar yang sering kita temui yaitu acar timun dan wortel, cara pembuatan gabungan dari dua acar tersebut yaitu dengan menyiapkan buah mentimun dan wortel, serta bawang merah dan cabai rawit tidak lupa dengan cuka makan dan sedikit gula agar varian rasa yang ditimbulkan beragam rasa yang nikmat dan segar. Selain cara pembuatan yang gampang, manfaat dalam mengkonsumsi acar juga beragam.
Seperti dapat mengontrol gula darah, disini acar menggunakan cuka makan yang dimana dapat membantu dalam mengontrol glukosa darah yang ada dalam tubuh manusia. Selain itu acar juga dapat menjadi sumber antioksidan karena terbuah dari buah dan sayuran yang kaya akan antioksidan. Serta dapat menjadi obat bagi berbagai penyakit kronis seperti kanker atau penyakit jantung. Acar juga dapat memulihkan keseimbangan elektrolit itu karena bahan baku utama acar yaitu garam yang memiliki elektrolit dan hal tersebut juga bisa berpindah jika seseorang memiliki penyakit seperti demam dan flu.

Namun, tidak semua orang menyukai acar ada beberapa masyarakat tidak menyukai acar karena rasa asam yang ia miliki atau sekedar karena bau fermentasi yang sangat menyengat atau tekstur lembek yang tidak semua orang suka. Hal tersebut diyakini karena sejak sebelum lahir manusia memiliki indra perasa yang dibawa dan sebelum lahir juga di dalam kandungan bayi banyak mengonsumsi makanan dan ketika lahir mereka dapat merasakan rasa asam, manis, pahit yang dibawa sejak dalam kandungan.
TAS2R38 adalah sebuah gen yang memiliki indra perasa yang terkait dengan inseptor rasa, orang yang memiliki indra perasa tersebut digambarkan sebagai ‘super taster’ atau gen yang menentukan seberapa sensitif manusia terhadap rasa pahit, menurut penelitian manusia dengan gen tersebut cenderung menyukai acar karena sensitif terhadap rasa pahit dan akan terbiasa dengan rasa acar yang beragam.
Teks oleh: Ni Kadek Sari Dewi
