Dalam mendukung pergerakan emansipasi wanita, perjuangan RA. Kartini selalu terkenang di hati masyarakat Indonesia. Tepat pada hari lahirnya, 21 April, Indonesia pun memperingati hari jadi Sang Pendekar Wanita yang dikenal dengan ide brilian dalam memperjuangkan hak wanita.
Namun selain kisah perjuangannya, siapa sangka sosok Kartini ternyata juga memiliki ketertarikan di dunia kuliner Indonesia?
Di dunia kuliner, Kartini pernah menulis di beberapa suratnya bahwa dia sering mencoba berbagai resep makanan tradisional Jawa kesukaannya dan masakan khas Eropa. Resep-resep tersebut kemudian dibukukan oleh adik Kartini, RA. Kardinah ke dalam beberapa jilid.
Buku yang berjudul “Lajang Panoentoen Bab Olah-Olah” terbit dalam huruf aksara Jawa pada tahun 1918. Mendapat banyak pujian, buku yang dijadikan pegangan pelajaran memasak di Sekolah Kartini di Tegal.
Pada tahun 2005, buku resep ini pun diterbitkan kembali dengan suntingan terbaru oleh ahli kuliner Indonesia, Suryatini N. Ganie dengan judul “Kisah dan Kumpulan Resep Putri Jepara”. Buku ini tidak hanya menunjukkan aneka masakan yang pernah dibuat oleh Kartini, tetapi Suryatini juga ingin memberikan sorotan historis mengenai sosok RA. Kartini yang suka memasak.
