The Man Behind

Ditanya Dimana Sambal Botol, Felix Sinatra Tepok Jidat!

Windchime adalah restoran fine dining berlokasi di Bandung yang dibuka pada tahun 2005 sampai 2013 pada lokasi sebelumnya. Setelah pindah lokasi pada tahun 2017, Windchime masih bertahan hingga sekarang. Jika diartikan, Windchime adalah lonceng angin. Tetapi, tidak hanya itu, ternyata sang pemilik Felix Sienatra menggabungkan nama istrinya dan namanya menjadi satu. Dalam bahasa Mandarin, Felix bernama Fung dan istrinya bernama Ling, jika digabung akan menjadi Fungling yang berarti lonceng angin. Kemudian diubang dalam bahasa inggris yaitu Windchime.

Bermula untuk membuka casual dining di Bandung. Pada tahun 2005, Felix melihat tidak ada fine dining di Bandung. Felix tetap memberanikan diri untuk membuka fine dining untuk target market yang memang masih sedikit pada saat itu. Tetapi, di Windchime juga mediakan menu ala carte untuk pengunjungnya.  

Because my food represent me. From 35 years’ experience, and then you put on the plate is represent me. Thats my soul on the plate. When you do working the hole life at the hotel, restaurant, with that experience than you create something. Jadi gak bisa bilang kalo kau specialize di Western atau Japanese, no, food is universal. We can’t categorize this this no. It’s up to you. Experience that guide you, and then you create it and then it’s yours.

– FELIX SINATRA | WINDCHIME

Sudah 35 tahun Felix Sienatra terjun ke dunia F&B. Berawal dari memilih untuk kuliah di NHAI Bandung, disana pun Felix berteme dengan sang istri. Lalu Felix melanjutkan belajarnya di Shatec Instituted, Singapore Hotel School. Selesainya di Shatec Instituted, Felix memulai dunia pekerjaan di bidang F&B di Hyatt Regency Singapore. Bertahan selama 2 tahun lalu Felix diminta teman yang juga menurapan atasannya untuk ikut grand opening Hyatt Bali. Setelah beberapa tahun di Hyatt Bali, Felix pindah ke Hyatt Perth juga bertahan hanya beberapa tahun dan akhirnya pindah ke Freeport, Papua pada tahun 1994 dan bekerja selama 3 tahun.  Feix melanjutkan untuk bekerja di Caribbean. Disana, banyak sekali yang didapatkan oleh Felix selain gaji pokok, yang membuat Felix nyaman dan tidak ingin pulang ke Indonesia. Tetapi orang tua dari istri Felix ingin Felix dan sang istri pulang ke Indonesia dan berkata kepada Felix untuk membuat tempat makan di Bandung saja. Pada saat itu, Felix tidak ada biaya yang mencukupi untuk membuat suatu restoran yang mempunyai konsep fine dining. Felix pun mencari calon investor yang mau membantu dia. Banyak calon investor mundur dan tidak percaya kepada Felix karena Felix mengatakan bahwa nantinya, tidak ada saus tomat dan sambal di tiap meja. Para investor pun ragu dan mengatakan bahwa semua orang bandung harus makan menggunakan saus tomat dan sambal. Setelah tidak ada investor yang percaya dengan Felix, akhirnya mertua dari Felix membantu dengan kredit bank dan memberikannya kepada felix.  Setelah berjalan 3 bulan pertama, Bandung mengalami gempa besar yang merusak sebagian besar Bandung. Setelah lewatnya bencana alam tersebut, banyak investor yang pertamanya menolak dan tidak percaya kepada Felix, menawarkan diri sebagai investor untuk usaha milik Felix. Secara langsung Felix menolak tawaran tersebut karena sudah terlambat. 

Karena Windchime merupakan restoran fine dining  di Bandung yang pada saat itu mungkin belum banyak orang mengerti bagaimana alur dan konsep pada fine dining itu sendiri, ada beberapa orang yang masih kaget dan mungkin belum bisa terima apa konsep ini. 

“Udah gak ada sambal gak ada saus tomat, at the end of the day, dia sobekin bill nya depan mata, banting billnya, dan bilang “saya tidak akan balik kesini lagi, restoran apa ini gak ada saus sambal gak ada saus tomat” itu satu. Ada lagi diam diam bawa saset, mereka selalu bawa saset, kalo engga yang botol. Are you kidding me? dia minta cabe iris buat makan salad. Makan salad pake cabe iris. Ada yang bikin style kaya restoran Chinese, cabe di iris pake kecap asin, my god!”

– FELIX SINATRA | WINDCHIME

Tetapi dibalik itu semua,  tentu tidak sedikit yang menyukai makanan-makanan yang dibuat oleh chef Felix Sienatra dan menjadi pelanggan setia dari Windchime. Felix mengatakan bahwa menu signature dan menu favorit dari 2005 hingga saat ini adalah Seared fresnch’s Foie Gras, Seared Hokkaido Scallop, dan Chocolate Lava sebagai makanan penutup yang paling digemari. 

How you manage to keep them. Karena mereka disini bukan cuma makan that’s it. Mereka punya experience. Itu yang bikin mereka balik lagi, coming back. Terus relationship, dengan cara mereka tuh gak just guest, jadi friend. Kadang- kadang mereka juga udah bosen liat menu kadang udah gak mau liat menu, you fit me, you put whatever you want, i eat gitu.”

– FELIX SINATRA | WINDCHIME

Felix merasa sangat berbeda dari zamannya dan saat ini. Dulu Felix memang berpindah dari tempat kerja lain ke tempat kerja lainnya. Tetapi dengan durasi minimal dua tahun. Zaman sekarang Felix melihat sebagian besar orang yang melamar untuk bekerja di Windchime suka berpindah tempat dengan durasi dibawah satu tahun, bahkan hanya tiga bulan setiap tempatnya. Felix merasa di duna F&B durasi tiga bulan saja belum mempelajari apapun. Pelajaran dari pengalaman itu adalah hal yang penting untuk masa depan. 

“ Ask yourself. Kalau kau fully confidence, why not? Jalanin. When you don’t go first step, you will always stay there, it doesn’t matter, once small little step forward, then you will go. Don’t stay there, if you stay there, you’re scared no, don’t let your mind control your heart, just go.”

– FELIX SINATRA | WINDCHIME
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Discover more from Tworubber

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading