The Man Behind

Sederhana Tapi Hits Di Bandung, Imah Babaturan! – #NGURILINGKABANDUNG

Nama Imah Babaturan bukan sekedar nama, tetapi mempunyai arti yang menginspirasi terbuatnya warung makan ini. Imah Babaturan yang berarti rumah teman. Cerita awalnya ketika ibu dari Kang Uyul mempunyai warung yang menjual Tongseng. Dibantu dengan seorang pembantu rumah tangga yang memasak dan memang sudah ikut dengan keluarga Kang Uyul selama 30 tahun. Tetapi, ketika Ibu dari Kang Unyul sudah tiada, pembantu rumah tangga tersebut ikut dengan Kang uyul sampai Kang uyul menikah. Pembantu rumah tangga atau biasa disebut Mba ini setiap masak dirumah tidak bisa hanya sedikit. Imah Babaturan dibuka pada tahun 2015. 

“ Gue sih dirumah cuma, gue, bini gue, mba, sama anak gue. Tapi kalau masak tuh suka banyak. Dan karena masak selalu banyak, selalu nelfon temen temen gue, kemari lah, makan lah, makanan selalu banyak. Dari ngajak sampe gak ada gue mereka tetep dateng karena tau dirumah gue makanan banyak  mulu gitu. Jadi mereka sering dateng.”

– KANG UYUL | IMAH BABATURAN

Setelah itu, Kang Uyul berhenti kerja karena merasa memang potensi yang bisa didapatkan ketika berbisnis. Dengan tujuan membuat rumah makan yang dimana jika ingin makan sudah pasti bisa makan. Tidak mempunyai keinginan yang lebih, hanya ingin menjalankan bisnis seadanya. Memang bukan masakan rumahan. Awalnya Kang Uyul ingin menonjolkan makanan buatan Ibu nya yang merupakan Tongseng Kambing. Tidak hanya itu, Kang Uyul juga menjual Satai Kambing, Gulai Kambing dan Nasi Goreng Kaambing. Tetapi, seiring berjalannya waktu, menu di Ima Babaturan pun berkembang. Makanan yang disajikan Imah Babaturan, semua merupakan masakan yang pernah dibuat oleh sang ibu. 

Menu lain yang merupakan menu andalan dari Imah Babarutan menurut Kang Uyul adalah Cumi Cabe Ijo. 

“Kalo dibandung tuh banyak cumi cabe ijo, tapi pake cumi asin. Kalo gue pake cumi seger, yang gede. Jadi kalo di Bandung tuh biasanya, yang masakan orang bandung tuh biasanya cumi asin yang kecil-kecil. Nah itu jadi menurut gue, salah satu signature warung gue. Dan  gue belom nemuin di tempat lain. Jadi karena itu masakan nyokap gue, jadi gue gak ada yang ngarang, hampir gak adalah menu gue yang ngarang. Nah itu mungkin yang orang bilang ini masakan rumahan.”

– KANG UYUL | IMAH BABATURAN

Tidak bisa dibohongi bahwa kekuatan promosi dan branding merupakan hal yang penting bagi segala macam bisnis. Kang Uyul gemar photography, dan menggunakan media sosial seperti Instagram memang sangat membantu Ima Babaturan untuk membagikan informasi dan untuk promosi. Dibantu dengan sang istri yang memang punya latar belakang Marketing Communications. Imah Babaturan pernah membagikan koran setiap sabtu minggu untuk pengunjung dengan tujuan agar terus diingat. Itu merupakan salah satu strateg marketing yang dipilih oleh Kang uyul. Cara lainnya, Kang Uyul selalu pergi kepasar setiap hari, disitu, dia mengunggah video di social media yang melihatkan Kang Uyul memperlihatkan bahan-bahan yang akan dibeli untuk Ima Babaturan. Dari situ, Kang Uyul ingin memberitahu kepada pelanggal bahwa semua bahan yang ada di Imah Babaturan menggunakan bahan yang segar tetapi tentu dengan gimmick yang lucu.

Tidak ada latar belakang F&B tidak membuat Kang Uyul putus asa. Justru, dengan adanya bisnis ini, Kang Uyul belajar dari kesalahannya setiap hari. Dan kesalahan tersebut yang membuat Imah Babaturan terus berkembang. Mendapat saran juga dari temannya yang merupakan chef professional, yang mengatakan bahwa dapur dari Imah Babaturan terlalu kecil untuk menu yang memang lumayan banyak. Oleh karena juga Imah Babaturan terus berkembang menjadi lebih baik. Sekarang, pengunjung Ima Babaruan datang dari berbagai kalangan. 

“Gue lebih milih target market gue sebetulnya yang kurang lebih 25-35, karena menurut gua itu masih bisa dirumah selera makan masih bisa dirubah. Kalo udah 40 udah susah, karena dia biasanya udah tau mau makan apa, kan kalo udah menjelang tua pasti lebih mateng. Target market gue 25-35 dengan harapan kalau mereka udah kawin, udah punya anak, gue jadi pilihan restoran pilihan keluarga.”

– KANG UYUL | IMAH BABATURAN

Memiliki usaha terutama didunia F&B memang harus berhati-hati dengan ego sendiri. Seperti kata Kang Uyul, memulai bisnis makanan tentu harus makanannya harus enak, tetapi bukan menurut diri sendiri atau orang yang membuatnya. Berilah makanan yang dibuat sendiri kepada teman yang mau berkata jujur dan tidak hanya bilang enak atau tidak.  

“Kalo lo nanyanya udah enak apa engga, pasti jawabannya enak, tapi kalo lo nanya kurangnya apa masakan gue, itu biasanya keluar, outputnya. Jadi kalau gue lebih ke saran sih, kalau mau jual makanan lebih ke yaudah syarat utamanya enak dulu, sisanya nyusul lah, promo, harga, nyusul, gampang. Kalau udah enak, jangan enak menurut lo, menurut penonton juga.”

– KANG UYUL | IMAH BABATURAN
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Discover more from Tworubber

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading