Street Food

SATE LEGENDARIS JAKARTA!

Sate atau satai adalah makanan yang terbuat dari daging yang dipotong kecil-kecil dan ditusuk sedemikian rupa dengan tusukan lidi tulang daun kelapa atau bambu, kemudian dipanggang menggunakan bara arang kayu. Sate disajikan dengan berbagai macam bumbu yang bergantung pada variasi resep sate.Daging yang biasa digunakan pada sate antara lain daging ayam, kambing, domba, sapi, babi, kelinci, kuda, dan lain-lain.

Sate diketahui berasal dari Jawa, Indonesia, dan dapat ditemukan di mana saja di Indonesia dan telah dianggap sebagai salah satu masakan nasional Indonesia. Resep dan cara pembuatan sate beragam bergantung dari masing-masing daerah. Biasanya, sate diberi bumbu kecap atau bumbu kacang dan biasanya disertai acar dari irisan bawang merah, mentimun, dan cabai rawit. Sate dimakan dengan nasi hangat atau bisa juga disajikan dengan lontong atau ketupat. Sate terdaftar sebagai peringkat ke-14 dalam World’s 50 most delicious foods menurut CNN Go pada 2011.

Tentu dengan ada banyaknya daerah di Indonesia, sate-sate yang ada pun berbeda-beda. Setiap daerah mempunyai ciri khasnya masing-masing. 

Di Jakarta, tentu ada banyak jenis sate. Dan beberapa dari penjual sate tersebut sudah lama menjual sate, berikut sate-sate di Jakarta yang legendaris!

  1. Sate RSPP Pak Muri

Tidak asing lagi jika mendengan sate RSPP. Pak Muri, sang pemilik sudah menjual sate dari tahun 1960. Terletak di Jl. Kyai Maja No.21, RT.10/RW.7, Gunung, Kec. Kby. Baru, Jakarta Selatan. Pak Muri tidak pernah pindah dari pertama menjual sate hingga sekarang pun masih ditempat yang sama. Tentu, pada awal-awal perjalanan tidak lah mudah. Pak muri harus merintis dari menjua sehari hanya 100 tusuk sate. Tetapi, setiap bulannya ada peningkatan. Sekarang, Sate RSPP menjual 8000 tusuk atau 800 porsi setiap harinya. Sate RSPP menyediakan 2 varian sate, Sate Kambing seharga Rp.40.000,-. dan jika ingin pakai lontong harga menjadi Rp.45.000,-. lalu, ada Sate Ayam yang dijual seharga Rp.25.000,-. jiga dengan lontong menjadi Rp.30.000,-. saja. Tentu, untuk rasa tidak perlu diragukan lagi. Sate Ayam yang lembut dicampur dengan bumbu kacang yang kuat akan rasa kacang dan gurih menjadi menu yang paling sering dibeli. Tidak kalah, Sate Kambing juga memiliki rasa yang nikmat. Ditemani dengan bumbu kecap dan dilengkapi dengan potongan tomat yang segar. Jika ingin membeli, Sate RSPP buka pada jam 9 pagi sampai 10 malam. 

2. Sate Padang Ajo Ramon

Sate yang satu ini memang sedikit beda dari sate lainnya. Ini merupakan Sate Padang yang memang sudah banyak penggemarnya. Yang membuat Sate Padang Ajo Ramon beda dari Sate Ayam atau Sate Kambing biasanya adalah, Sate Padang ini terbuat dari daging sapi. Tidak hanya daging sapi, Sate Padang Ajo Ramon juga menyediakan sate yang terbuat dari usus dan lidah sapi. Jangan salah, dari Sate Padang Ajo Ramon justru yang paling banyak dibeli adalah Sate Lidah nya. Setiap porsinya bisa didapatkan dengan harga Rp.30.000,-. dengan isi sate 10 tusuk dan 1 ketupat. Setiap harinya, bisa terjual 6.000 tusuk atau 600 porsi. Sate yang lembut dipadu dengan bumbu khas Sate Padang Ajo Ramon yang pedas dan gurih yang berlimpah, membuat pembeli ingin membeli kembali setelah pembelian pertama. Ajo Ramon sendiri merupakan nama dari pemilik atau pembuat Sate Padang Ajo Ramon. Pertama kali, Sate Padang Ajo Ramon dibuat pada tahun 1980 di pasar santa. pada tahun 1990 an, Sate Padang Ajo Ramon buka di Jl. Cikajang No.72, RT.1/RW.5, Petogogan, Kec. Kby. Baru, Jakarta Selatan dan buka pada jam 11.00 sampai 23.00. Sekarang, Sate Padang Ajo Ramon mempunyai beberapa cabang yaitu berada di Pasar santa, Arta Gading, Summarecon Bekasi, Blok S, Pejaten dan Pasar Raya. 

 

3. Sate Apjay

Memang banyak orang yang tahu dan mungkin pembeli setia dari Sate Apjay. Bermula pada tahun 1971 sampai sekarang Sate Apjay masih berada di Panglima Polim St No.22, RT.1/RW.5, Cipete utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Nama Sate Apjay merupakan singkatan dari apotik jaya dimana Sate Apjay jualan teman didepan apotik tersebut. Sekarang, Sate Apjay pindah seberang letak awalnya saja. Sate Apjay masih menggunakan resep lama sehingga rasa dari satenya memang tidak berubah, itu yang membuat ramainya penngunjung yang datang untuk membeli hingga saat ini. Sate Apjay buka pada jam 16.00 sampai 23.00. setiap harinya, Sate Apjay menjual sebanyak 7000 tusuk atau 700 porsi. Yang membuat Sate Apjay ini menjadi khas adalah untuk sate ayam, hanya menggunakan dada ayam saja, sehingga setiap gigitannya hanya ada daging yang lembut dipadu dengan bumbu kacang yang gurih yang membuat ketagihan. Tidak hanya Sate Ayam, Sate Apjay juga menjual beberapa macam sate. Untuk harga, Sate Ayam bisaa didapatkan dengan harga Rp.26.000,-. Sate Kambing dengan harga Rp.34.000,-. Sate Apjay juga mempunyai Sate Ayam yang dicampur dengan telur seharga Rp.34.000,-. dan Sate Taichan seharga Rp.26.000,-. saja. 

4. Sate H.Mansur

Sudah lebih dari 30 tahun Sate H. Mansur mulai menjual Sate. Sampai sekarang, banyak penggemar sate yang datang ke Sate H.Mansur untun makan sate yang tersedia di Sate H. Mansur ini. Terletak di Jl. KH. Abdullah Syafei No.13, RT.12/RW.9, Bukit Duri, Kec. Tebet,  Jakarta Selatan. Disini Sate Kambing seharga  Rp.40.000,-. juga ada Sate Ayam seharga  Rp.30.000,-. dini juga menyediakan Sop Kambing yang menjadi pelangkap yang nikmat seharga  Rp.35.000,-. Sate H. Mansur buka pukul  10.00 sampai 22.00. tetapi pada hari minggu Sate H. Mansur tutup dan pada hari jumat buka pukul 13.00. letak dari Sate H. Mansur tergolong strategis karena ada di pinggir jalan raya. Sangat mudah untuk menemukan restoran ini, itu juga menjadi alasan kenapa pada awalnya sang pemilik memilih untuk menetapkan restorannya disini. Dari dulu pun tidak pernah pindah dan tidak ada cabang lagi. Sehari, Sate H. Mansur menjual sekitar 2.000 tusuk atau 200 porsi. 

Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Discover more from Tworubber

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading