Kade adalah co-founder & baker dari Nool Artisan sourdough, 27 tahun. Lulusan At-Sunrice GlobalChef Academy, Singapur, dengan mengambil jurusan Culinary pada tahun 2013. Berkecimpung di dunia F&B selama 9 tahun. Sedangkan Laura yang juga merupakan co-founder & baker dari Nool Artisan sourdough, masih berumur 24 tahun. Berkecimpung di dunia F&B selama 7 tahun yang merupakan satu almamater dengan Kade. Lulusan At-Sunrice GlobalChef Academy, Singapur, dengan mengambil jurusan Pastry pada tahun 2016.
“Sebelumnya itu gue kerja, dan sekarang restoran gue itu ada 2, ada 3. Satu di Surabaya, 2 di Jakarta. Yang bikin gue baking itu, awalnya kan pandemi, kayak restoran gue terpaksa harus tutup. Kayak duit seret. Terus gue berpikir kayak, gue harus ngapain nih. Pada saat itu tuh gue kayak abis hectic banget di restoran gue kan. Di restoran gue, terus gue kayak dalam satu tahun tuh, gimana caranya supaya lebih baik, sampai akhirnya gue stress sendiri kan. Akhirnya kayak during pandemi gue mikir, kayak-nya gue break dulu deh sebentar.’ Ini mumpung lagi ada alasan untuk break, gue break. Nah jadi kayak, pas break ini gue bosan. Jadi gue kayak ngapain ya, kok udah minta gak kerja, terus minta break, udah break terusminta kerja lagi.”
– Kade | Nool Artisan Sourdough
Laura yang terpaksa work from home dan unpaid leave karena ibunya yang khawatir akan kondisi pandemi, akhirnya juga harus mencari jalan bagaimana caranya agar tetap bisa menghasilkan pendapatan. Laura yang mem-follow Kade di Instagram akhirnya terinspirasi untuk memulai kembali, baking dari rumah. Ketika pandemi ini, Kade yang sedang ingin membuka restoran sedang mencari Pastry Chef yang bisa diandalkan. Melalui rekomendasi temannya, akhirnya Kade dan Laura menjadi partner bisnis di Nool Artisan Sourdough, karena restorannya yang tidak jadi dibuka karena pandemi.
“Soalnya kalo gue sih, gue udah dari SMA, ngambilnya kebetulan baking terus sih. Gue ngambil SMK, di SanMar. Tapi ya gitu, dari kecil gue udah lumayan suka baking, jadi kayak gue gakbetah banget kerja yang kayak kantoran gitu jadi yasudah.”
– Laura | Nool Artisan Sourdough
“Kalau menurut gue baking itu sekarang, gue lagi obsessed sih, gue sama Laura lagi obsessed banget sama yang namanya bikin sourdough. Kayak, gue pikir tuh sourdough tuh, kayak cuma roti keras. Ternyata kayak lebih dari itu gitu loh. Kayaksourdough itu ibaratnya sangat amat versatile sih, lo tuh bisa bikin cookies, bisa bikin brownies. Even segala macam kue-kuean itu lo bisa bikin pake sourdough. Segala macam produk yang ada ragi ini, lo bisa bikin pake sourdough. Bedanya cumalo harus lebih sabar. Intinya gitu. Jadi menurut gue, baking yang gue jalani sekarang ya lo belajar sabar sih, sama lo belajar untuk menghargai proses,” jelas Kade dan Laura. Keduanya sama-sama mengeksplorasi bagaimana cara membuat sourdough terbaik, untuk kemudian di distribusikan kepada masyarakat.
Kade dan Laura juga menjelaskan pentingnya proses autolyse dalam proses baking. Autolyse adalah proses baking, dimana tepung bertemu dengan air dan berciuman. Proses perkenalan sebentar, lalu kalau misalnya dari proses ini, langsung di adon, atau langsung masuk ke proses berikutnya. Seperti hubungan, kalau tidak berkenalan terlebih dahulu, hubungan akan mudah rusak. Mirip seperti adonan. Ibaratnya agar bahan-bahan dibiarkan melalui proses PDKT terlebih dahulu.
“Ibaratnya udah lewat proses autolyse tadi. Jadi ibaratnya si tepung dan si air udah kenalan nih, ibaratnya kayak gitu, udah cocok. Terus next step-nya itu kita bakalan masukin garam. Kadang kayak terdengar konyol kan kayak, ibaratnya ini kan roti manis, tapi kenapa sih dimasukan garam? Sebenarnya garam disini itu, satu untuk rasa, tapi yang kedua itu garam di dalam proses pembuatan sourdough itu, dia sebagai pengikat gitu loh. Jadi ibaratnya ini, orang udah cocok nih berdua, ada penghulunya jadi lebih cocok lagi gitu. Jadi kayak adonannya yang tadinya agak gleber-gleber, ini jadi lebih kuat gitu.”
– Kade & LAURA | NOOL ARTISAN SOURDOUGH
Menurut Kade dan Laura, Baker selalu menggunakan teknik windowpane test, atau Kalau ibu-ibu menyebutnya kalis. Kalis bisa diibaratkan sebagai hubungannya sudah cocok, sudah kuat, sehingga akan lebih sulit robek. Teksturnya akan lebih stretchy. Walaupun sudah coba di robek-robek juga tidak akan robek. Ini adalah basis untuk sebuah roti yang baik. Dimana gluten-nya harus kuat.
Untuk kedepannya, Kade ingin menyempurnakan resepnya di Nool Artisan Bakery, sehingga tidak akan mengecewakan para customer. Karena ia mengakui butuh waktu yang cukup lama untuk akhirnya bisa pede menjual sourdough yang proper. Bahkan ia sampai menyita banyak waktu mainnya bersama teman-temannya hanya untuk ngadon. So far, Kade dan Laura juga merasa cukup puas karena dengan Bake From Home ini, mereka bisa menambah pemasukan untuk kehidupan mereka sehari-hari yang sejatinya berada di commercial kitchen.
“keliatannya gampang tapi percayalah setiap hal yang gue lakukan dari tadi itu semua pake teknik. Semuanya tuh ada alasannya kenapa begini, kenapa begitu. Even kayak sekarang, sekarang gue buletin kayak gini, kenapa gue buletin kayak gini, supaya dia ibaratnya kan kalo gini kan kita tarik kan. Dia ketarik, dia ketarik, jadi kayak makin kuat gitu makin melar, ibaratnya kayak lagi di adon, cuma lebih harus lah caranya.”
– KADE & LAURA | NOOL ARTISAN SOURDOUGH
