Awalnya, Baker bukanlah mimpi dan cita-cita seorang Citra Ramadhani Putri atau yang akrab dipanggil Citra selaku owner dari Beurre Benne. Citra sempat bercita-cita menjadi seorang penyanyi karena dirinya sempat mengikuti choir pada saat SMP dan SMA. Namun takdir berkata lain, ternyata daya tarik dalam baking mampu memikat Citra.
Citra adalah orang yang periang yang suka makan, tetapi tidak daging. Kegemarannya dalam makan, terutama roti sudah mendarah daging dari kecil. Belum lagi melihat ketiga neneknya yang bergerak dibidang food & beverage (F&B) sebagai Chef dan Baker.
“Nenek gue yang pertama itu baker di hotel borobudur, yang kedua itu chef di istana negara waktu zaman Pak Soeharto, yang ketiga suka masak bikin catering. Jadi kalau masak bikin kue tuh gue udah dari kecil. Ke pasar, nganterin ke pasar beli cabai, beli bawang tuh udah dari kecil. Jadi kalo ditanya baking dari kecil, tinggal melanjutkan bakat yang udah ada,” jelas Citra.
Berawal dari percobaan baking, Citra juga sempat menjadi daily worker di salah satu hotel di Jakarta. Citra memulai dari cuci piring, handling banquet di setiap hari Jumat dan Sabtu, maupun Sabtu dan Minggu. Sepulangnya dari sekolah jam 5 sore, ia lanjut bekerja hingga jam 10 malam. Di bulan kedua, ia tertarik melihat orang yang menghias kue sehingga ia meminta kepada atasannya untuk ditempatkan di posisi tersebut. Namun belum sampai disitu, ia masih harus menimbang tepung dan memisahkan kuning putih telur sebelum akhirnya ia berhasil mendapatkan posisi tersebut. “Berangkat dari situ ternyata baking itu menyenangkan. Dan gue ternyata menemukan ‘oh gue emang suka nih hias-hias kue,’” pungkasnya.
Alasan Citra membangun Beurre Benne adalah dirinya yang melihat orang Indonesia malas untuk mengolesi selai ke rotinya. Sehingga dirinya menjembatani dengan membuat roti yang ready to eat. “Jadi gue bikin roti yang, nih lo tinggal potong, tinggal makan, tinggal panasin,” tambah citra. Beurre Benne memiliki arti yang sangat personal dan mendalam Beurre artinya butter, Benne itu singkatan dari benediction yang artinya berkah. Jadi butter pembawa berkah, yang diharapkan bisa menjadi doa dan berkah untuk yang makan dan untuk yang membuat.
Makanan untuk Citra adalah terapi. Mood keseharian Citra bisa ditentukan oleh makanan yang ia makan. Apabila makanan yang dia makan adalah makanan yang ia suka, mood Citra serta merta akan ikut bagus. Sedangkan kalau Citra disuguhkan daging, mood-nya bisa turun secara drastis. Citra mengaku tidak pernah sekolah akademi masak yang formal. Ia memilih untuk explore dan belajar sendiri serta terjun langsung melalui proses pembelajarannya dari Youtube dan Google,
“Kenapa lo gak belajar sendiri, lo coba sendiri dari youtube dan google terus di praktekin, sama aja kayak lo sekolah.”
Kalau diartikan sebagai makanan, Citra merasa dirinya seperti Pasta. Menurut Citra, Pasta adalah comfort food untuk semua orang, begitupun dirinya. Sampai saat ini baking untuk Citra adalah sumber pemasukan yang menghidupi Citra. Untuk lokasi yang dipilih, yaitu Panglima Polim. Panglima Polim dinilai Citra berada di tengah-tengah Jakarta, yang memudahkan dirinya dalam pengiriman produk, sehingga lebih terjangkau oleh customermelalui aplikasi online maupun pick up. Sebelumnya karena dapur Beurre Benne berlokasi di Bintaro, menjadi sebuah hambatan untuk masalah jangkauan.
Berbicara soal staff, Citra selalu menganggap staff adalah teman dapurnya, “gue selalu menganggap itu temen gue di dapur, jadi kalo gue gaada temen ya hidup lo krik-krik aja kan.” Hidup Citra berubah sejak ia memutuskan untuk menekuni dunia baking, “pas lagi baking keseruannya udah pasti bangun pagi. Men-challenge diri sendiri yang biasa bangun siang. Dimana gue bangun jam 8 atau 9 pagi, kalau gue baking gue harus bangun jam 4 pagi karena jam 4.30 udah harus ngadon.” Dirinya juga melihat apabila Citra tidak baking sepertinya kemungkinan ia akan menjadi budak company. Citra tidak begitu suka untuk bekerja di balik laptop. Ia lebih suka terjun langsung ke lapangan untuk melakukan pekerjaannya.
Uniknya Beurre Benne juga melakukan pengiriman dengan sepeda. Hal ini terjadi karena temannya yang menawarkan diri untuk mengantarkan pesanan customer dari Beurre Benne. “Awalnya gak pake sepeda, tetep pake aplikasi online, tapi ada beberapa temen gue yang ngehubungin gue di pertengahan april ‘eh kak lo lagi nganter-nganterin kue ya? Sini gue anterin mau gak, tapi gue anterinnya pake sepeda, karena emang kendaraan gue tiap hari sepeda,’” jelas Citra. Kebetulan memang teman-teman Citra tidak sedikit yang transportasi utamanya adalah sepeda. Bahkan ada yang sampai mudik Jakarta – Jawa Timur dengan sepeda, pulang dan pergi. Nama jasa pengantaran dengan sepeda ini adalah Sub Kurir dengan flat price Rp.15.000,- untuk sekali pengantaran daerah Jakarta Selatan dan penyesuaian tarif untuk wilayah lain. Citra juga sedang melebarkan sayap untuk pengiriman luar kota seperti Bandung, Bali dan Pulau Jawa.
In the future, Citra melihat dirinya memiliki pabrik roti.
Ia sangat bersyukur untuk teman-temannya yang selalu supportive, yang mendorong Citra hingga bisa sampai seperti sekarang. Untuk membuka store, menurutnya belum untuk sekarang karena bisnis yang ia geluti sekarang lebih kepada supply. Beurre Benne menyediakan beberapa jenis roti seperti, Chocolate Cinnamon Roll, Cardamom Cheese, Pesto, Tres Leches, Tomato Monkey Bread dan masih banyak lagi. Untuk harganya sendiri berkisar dari Rp. 65.000,- sampai Rp. 300.000,-.
