My Story

Dari Mangsa Ikan Hiu Hingga Jadi Owner ‘Say Something’

Setiap barista pasti punya mimpi untuk membangun kedai kopinya sendiri. Tak sedikit dari mereka yang memiliki background yang unik dan berbeda-beda, melalui seluk-beluk perjalanan menuju kesuksesan. Isman Ramadhan adalah salah satu barista yang kini sukses mendirikan Say Something. Didirikan pertama kali pada tanggal 21 November 2015, Isman mengkui butuh dua tahun proses persiapan, sampai akhirnya Say Something dapat melayani para tamu pencinta kopi.

Sebelum mejadi barista, Isman dulunya bekerja sebagai diver di salah satu objek wisata di Jakarta. “Kalau sekarang udah berdiri enak, gue dulu susah banget, jadi diver ngasih makan ikan Hiu sama Piranha,” jelas Isman. Pertempuran hidup dan matinya tak menghalangi semangat kariernya. Setelah memutuskan beralih profesi dan pindah ke stasiun TV Jakarta, Isman juga meneruskan kariernya di bidang perhotelan dan sempat menjadi baker, sampai akhirnya terjun ke dunia barista.

Lima tahun menjadi barista, Isman menceritakan perbedaan antara jaman awal ia terjun ke dunia kopi dengan jaman sekarang. Ia menceritakan, dahulu ia yang harus aktif dalam mencari ilmu. Berbeda dengan sekarang dimana ilmu tentang kopi mudah untuk didapatkan, dengan nongkrong dan bertukar pikiran dengan kawan yang sudah terlebih dahulu terjun ke dunia kopi bisa memperkaya ilmu. Isman mengawali kariernya sebagai barista di salah satu kedai kopi brand Taiwan di daerah Kelapa Gading. Ia mulai ingin mendalami kopi melalui Latte Art. “Kalau pesen kopi susu jaman sekarang, gamungkin langsung lo minum. Dateng ke meja terus di foto dulu, yang dikasih makan tuh social media dulu pasti,” tutur Isman. Kemauan Isman untuk terus belajar mempertemukan dirinya dengan founder dari sekolah ABCD Coffee, yang kini membawanya menjadi salah satu trainer di sekolah tersebut. Isman juga membocorkan biaya untuk belajar kopi di tempatnya mengajar bisa menghabiskan 5 – 6 juta per orang untuk 3 hari belajar.

Gerai pertama Say Something berdiri di Meruya yang secara tidak sengaja ditemukan, namun berpacu dengen momen dimana industri kopi yang sedang berkembang pada saat itu. Nama Say Something sendiri ditemukan random oleh Isman pada saat dirinya mendengarkan lagu di mobil yang di dalamnya ada kata-kata ‘say somehing…’ baru kemudian setelah mendapatkan nama tersebut, Isman mencarari filosofi di belakangnya.

“Lo kalo misalnya, gak ngomongin kopi aja ya, kita ngomongin general. Mau makan, mau minum terserah. Suka atau gasuka satu prodak makan atau minum, lo pasti ngomong gak? Lo pasti ngucap sesuatu kan! Kayak, ‘anjing enak banget nih, tai gaenak banget nih,”

Konsep dari Say Something sendiri adalah ingin mengenalkan kepada khalayak kopi Indonesia. Target marketnya adalah orang awam yang sebelumnya tidak suka mengkonsumsi kopi karena takut akan pahitnya kopi, tetapi ingin bersahabat dengan kopi. Jadi yang ditonjolkan adalah light roast, yang bahkan bisa dikonsumsi oleh mereka yang punya masalah dengan lambung.

Ciri khas menu dari Say Something adalah PMG Coffee dimana kalian bisa merasakan manisnya kopi tanpa gula dan creamer! PMG sendiri adalah kepanjangan dari Post Melk Generation dimana melalui proses steaming yang tepat, susu buatan Isman ini bisa mengeluarkan rasa manis yang akan melengkapi kopinya. “ini tuh the next level orang nikmatin kopi susu. Specialty tanpa ada creamer dan gula, jadi manisnya pure dari susu yang dihasilkan lewat proses steaming tadi,” jelas Isman. “Gimana caranya hasilin kopi susu manis tanpa gula, which is di susu itu ada gulanya sehingga pas diolah itu bakal berubah jadi gula, jadi kopi susu manis gapake gula,” tambah Isman. Susu PMG atau yang biasa disebut Milkyway buatan Isman, juga berhasil mendapatkan peringkat pertama di dunia di kategori Milk Bayfrat pada kompetisi World Barista Championship. Kini susu buatannya di jual secara terbatas dengan ukuran 500ml melalui platform e-commerce dan Whatsapp.

Say Something kini memiliki 3 cabang diantaranya Meruya, Kemang dan Alam Sutra. Di kedai Kemang, pengunjung dapat membawa hewan peliharaannya, anak bulu, kedalam Say Something untuk ikut nongkrong dengan para master-nya. Tak jarang dari antara mereka yang memberi makan anak bulunya menu hidangan seperti English breakfast dan Butter Croissant yang tersedia di Say Something. Bagi Isman, anak bulu yang main ke kedainya bisa memperluas relasi karena akan lebih mudah kemudian untuk ngobrol dengan master-nya. Unik! 3 cabang yang dibukanya bukan berati tidak ada masalah di dalamnya. Isman mengaku pernah beberapa kali mendapatkan jenis-jenis tamu yang juga super unik. “Gue pernah dapet complain, ‘Oh ini piccolo-nya foam-nya ketebelan, harusnya gak segini blablabla, terus kecil,’” curhat Isman. Menurut isman “kayaknya yang lo dm salah nih, bukannya sok pinter, kalo bener gue pengen minta riset yang lo omongin dari mana, karena gue tau itu yang gua ajarin ke orang-orang. ¾ yang belajar di gue adalah owner (kedai kopi) se-Indonesia.” Tutur Isman sambil tertawa.

Isman juga memberikan sedikit tips & trick untuk kalian yang ingin buka bisnis F&B atau kedai kopi. Ia menyarankan agar kalian nyemplung dulu ke ranah yang ingin dijadikan bisnis, “karena produknya sama, garis besarnya es kopi susu, jadi lebih baik belajar dan mendalami dulu ilmunya.” Pikirkan matang-matang mau dibawa kemana arah kedai kopi kalian dan berikan sentuhan inovasi untuk membedakan kedai kopi kalian dengan kedai kopi lainnya. Konsep sangat penting untuk memperkuat kedai kopi kalian sebagai tujuan customer untuk datang secara berkala. Terkahir pastikan cash flow dari kedai kopi kalian yang sudah berjalan aman, agar kuat dalam menghadapi kejadian tak terduga seperti pandemi COVID-19 ini.

Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Discover more from Tworubber

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading