Gurēsu, sebuah warung sushi dengan interior modern yang cheerful dengan konsep omakase sebagai settingan nya, yang di Kemang adalah outlet kedua setelah Gandaria yang konsepnya lebih dine-in a la carte.

Gurēsu sendiri terbilang baru berusia belia namun karena “hype” dan taktik marketing, visual, dan produk yang baik membuat Gurēsu jadi salah satu “juntrungan” muda-mudi jaksel.
Awalnya Esha, pemilik Gurēsu ini hanya ingin berbagi kebahagiaan dari liburan keluarganya di Jepang melalui sushi, yang kala itu tepat saat lockdown pertama, mulai dari gerai kecil Esha mem-branding Gurēsu menjadi sebuah brand sushi yang proper secara kualitas bahan baku namun juga indah dipandang.

“Dari namanya Gurēsu itu pun sendiri, istri gue nyari namanya di Google itu apa ya namanya sambil nyetir gitu keliling-keliling Gurēsu yang kalo bahasa Inggris nya itu grace atau rahmat” – Esha | Owner Gurēsu
Bagi Esha, Gurēsu sendiri seperti Deku, salah satu tokoh dalam serial anime My Hero Academia, dimana butuh perjuangan, tangis, dan usaha untuk mendapatkan sebuah kekuatan, begitu juga dengan Gurēsu, dari awal hingga kini semuanya butuh perjuangan.

“Gue pribadi kita yang diterapkan ke dalam dalam pikiran dan hati gua ketika gua bekerja untuk beli susu apalagi yang bisa menjadi lebih baik lagi dari hari ke hari ke hari” – Esha | Owner Gurēsu
