Warpopski warung masakan rumahan Nusantara yang telah berdiri sejak 4 tahun yang lalu, yang pada mulanya sebenarnya didirikan sebagai studio masak untuk eksplorasi makanan.

Warpopski itu awal mula nya nama ini gua gaada kepanjangan tadinya gua bingung untuk menamakan warung ini, yang sebenarnya itu gue pengen bikin studio masak. Lab kitchen yang dimana gue bisa masak apapun itu disitu, yang pada akhirnya jadi warung dan harus punya nama dari berbagai macam pertimbangan di temen-temen, tersebutlah Warpopski karna kan gue sering banget dipanggil eh Popski!
POPO – Owner Warpopski
Sering disebut kedai anti-kritik kadang juga ada beberapa pengunjung yang merasa takut atau sungkan, Warpopski memiliki keunikannya sendiri, hubungan dua arah antara pengunjung dan pekerja Warpopski yang humanis.

Warpopski itu pengen banget jadi warung yang sifatnya rumahan, anti kritik, enggak sih sebenarnya gak anti kritik kalau di medsos terlihat anti kritik gitu ya kesannya padahal kalau lu kesini itu kalau bisa disuapin lu disuapin gitu ya, Warpopski itu kesannya kayak anti kritik cuman ya memang kita bukan orang-orang yang sekolah masak gitu ya, kita punya pengalaman pribadi masing-masing di setiap keluarga kita gitu khususnya pekerja Warpopski pada akhirnya kita punya sikap untuk menyediakan makanan ke orang-orang
POPO – Owner Warpopski
Popo, seniman visual yang gemar dan memiliki “fetish” terhadap masak-memasak, hingga akhirnya membuat sebuah kedai masakan Nusantara rumahan yaitu Warpopski. Awal kegemarannya memasak dimulai dari saat ia kecil ketika membantu ibunya yang saat itu memiliki usaha katering.

Kalau gue liat arsip waktu gue SD, kok yang gue gambar tuh makanan mulu sama layout dapur, gue ngerasa dapur tuh kayak kasta tertinggi di rumah gitu, kalau menurut gue bersih kotornya dapur tuh nentuin harkat martabat sebuah rumah bahkan keluarga
POPO – Owner Warpopski
Pribadi Popo yang gemar menyuarakan isi hatinya melalui visual juga akhirnya membawa ke branding dari kedai Warpopski, sering disebut kedai anti-kritik, admin nge-gas, tapi sebetulnya pelayanan di kedai ini sangat lah prima, dimana pengunjung di ajarkan untuk bertanggung jawab atas pilihannya serta usaha untuk mengurangi makanan sisa.

Jadi menurut gue yang masak adalah raja, cuman gue juga gak serta-merta gue masak, terus gue raja, terus gue anti-kritik, ini gue cuma mau membangun image aja sih kayak se-simple ya lu makan abisin ya, gue juga gak ngerti food waste gitu gue gak ngerti se-apa ya, se-casual gue kayak kalau lu udah tau porsi makan lu ya harusnya lu abis gitu, se-simple itu sih
POPO – Owner Warpopski
