Penglaris atau sebuah usaha yang dilakukan oleh pelaku bisnis dalam membuat dagangannya ramai pengunjung, dengan menggunakan bantuan dari roh halus. Praktik ini kerap ditemui di seluruh Indonesia, metodenya bermacam-macam mulai dari aturan untuk tidak boleh membungkus makanan, hingga meletakan pakaian dalam di dalam kuali.

Beberapa waktu yang lalu, dunia internet sempat dihebohkan dengan seorang penjual cuanki yang meludahi tiap mangkok pesanannya. Saat diminta klarifikasi polisi akhirnya ia mengaku bahwa hal itu ia lakukan karena saran dari “gurunya” agar dagangannya laris dan pengunjung bertambah.
Bagi orang Indonesia praktik penglaris mungkin sudah tak asing lagi, namun sayangnya praktik ini kerap dijadikan media black campaign untuk menjatuhkan kompetitor. Pada awal tahun 2000an ada salah satu restoran ayam goreng di daerah Pandaan, Jawa Timur yang kena imbasnya. Restoran ini jadi sepi pengunjung selama berbulan-bulan setelah terdampak isu melakukan praktik penglaris dengan metode menggunakan air mayat istri dari pemilik restoran sebagai air untuk mencuci ayam.

Dosen Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM Abdul Jawat Nur membenarkan adanya praktik penglaris dengan bantuan mantra dan hal-hal metafisik diluar logika manusia. Lalu menurut kalian apakah praktik penglaris ini benar-benar ada?
Teks oleh: Dio Reza
