Berawal dari sebuah basement rumah milik aria dan Intan. Dahulu ini adalah tempat dimana aria mendengarkan musik, tempat Aria dan Intan menikmati hobi mereka untuk mendengarkan music dengan piringan hitam yang dimainkan di turn-tablenya. barang-barang yang dimiliki Intan dan Aria memang banyak, tetapi, semua barang yang mereka punya merupakan barang recycle atau barang lama yang diperbaharui dan digunakan kembali. Berawal menjadi DJ, yang bernama Dua Sejoli Selekta. Mereka memainkan music-musik jadul, lagu Indonesia tahun 60an dan 70an.
Arif belajar mengenai kopi ditahun 2015-2016 dan berlanjut ke roastery. Tahun 2017, Arif terjun ke dunia f&b. Arif mempunyai coffee shop di daerah depok dengan konsep dan bernuansa rumah tua belanda. Pertemuan mereka pun karena selera mereka yang relative sama. Konsep old school yang membuat mereka berteman sampai sekarang hingga bekerja sama membangun suatu usaha. Mereka mengumpulkan ide masing-masing untuk menjadi satu-kesatuan.
Subo itu sebenernya dari kata Summum Bonum yaitu sebuah lagu dari satu group band Taiwan yang bernama Sunset Rollercoaster. Summum Bonum sendiri dari bahasa Yunani yang artinya higher good. Semuanya memang mereka kerjakan dengan sepenuh hati begitu pun makanannya juga dan musik-musiknya dan semua audio disini juga memang dengan kualitas yang terbaik. Harapan mereka dengan arti nama Subo ini adalah vibrasi dari para tamu akan naik, merasakan kesenangan dan kebahagiaan ketika datang ke Subo.
“Karena memang yang harus kita pikirin adalah kita harus sejahtera dulu baru kita mikirin gimana sekitar kita sejahtera, kita harus jadi pijar sebelum menjadi cahaya.“
– Intan, Arya & Arif | SUBO
Konsep itu sangat penting untuk membangun suatu bisnis. Kita harus bisa memikirkan konsep yang beda dengan yang lainnya agar bisnis kita diingat. Konsep dari Subo sendiri merupakan listening bar yang pada dasarnya tamu yang datang bisa makan dan minum sambil mendengarkan musik dari piringan hitam dan berharap para tamu bisa “evolving” bukan cuma cara mendengarkan musik, tetapi juga terhadap makanan.
Berbicara soal menu di Subo, disana ada signature coffee, mocktail coffee. Aja juga coffee base nya espresso, base nyamanual brew, ada yang basenya cold brew. Uniknya, Subo menggunakan human design term atau bisa dibilang sebagai software-software yang ada di manusia. Seperti Stubbornness, youthful folly, Channel of Mating sebagai nama menu coffee nya. Nama menu tersebut bukan sekedar nama, ada arti dari masing-masing nama dan minuman.
Subo memiliki menu Omakase yang akan ganti setiap minggunya. Semua makanan akan dibuat oleh Intan, makanan seperti fettuccine ala indonesia atau roast chicken andaliman, semua masakan akan dijelaskan oleh intan. Tetapi di Subo mempunyai menu andalan dan menu tetap yaitu mie yamin shitake yang juga dibuat oleh Intan. Semua masakan dari muai bahan dan makanan apa yang dibuat oleh Intan akan dijelaskan dan diceritakan kepada tamu oleh Intan. Itu merupakan cara Intan untuk lebih dekat kepada tamu. Aria, Intan dan Arif akan berusaha mendekatan diri ke tamu agar tamu merasa nyaman berada di Subo. Selayaknya teman yang datang berkunjung, mereka akan selalu ramah kepada semua tamu yang datang ke Subo.
“Bicara menu di Subo, kita ada signature coffee ya, mocktail coffee. Terus ada yang base-nya Espresso, base-nya manual brew, ada yang base-nya cold brew, kita menggunakan human design term-nya, software-software yang ada di manusia. Seperti Stubbornness, youthful folly, Channel of Mating.”
– Intan, Arya & Arif | SUBO
Informasi yang harus diketahui mengenai Subo adalah, Subo buka dari hari kamis sampai hari senin. Sementara ini Subo tutup hari selasa dan rabu. Subo menyediakan 3 slot, 13.00-15.00, 16.00-18.00,19.00-21.00. Dalam 1 slot, tamu mendapatkan waktu perjamnya. Dengan aksimum 8 orang, Tamu bisa menikmati suasa yang nyaman indoor maupun outdoor karena memang sudah ditata dengan begitu baik sehingga tamu pasti senang dan nyaman.
Booking atau segala sesutu yang ingin ditanyakan seperti alamat atau harga untuk masuk Subo dilakukan melalui direct message pada Instagram di @Subo.jkt. Tamu-tamu yang datang boleh foto dan video semua yang ada di Subo tetapi, mereka selalu bilang jangan nge tag location, dan tidak boleh memberi tau orang lokasi karena prefer semua tanya lewat direct message. Peraturan ini diterapkan dengan alasan menjaga ke authentic an dari Subo sendiri.
Aria, Intan dan Arif mengatakan bahwa segala sesuatu yang dilakukan bersungguh-sungguh akan terjadi, memang awalnya akan menderita tapi harus dijalankan dengan lapang dada kan berfikir bahwa memang ini jalannya. Mereka juga mengatakan bahwa kita harus sejahtera dengan diri kita sendiri dahulu baru kita mikirin gimana sekitar kita sejahtera, kita harus jadi pijar sebelum menjadi cahaya.
