Industri hiburan Korea beberapa tahun ini sedang merajai dunia, pembuktian bahwa korean wave ini berhasil ditandai dengan menangnya Parasite dalam anugerah film terbesar di dunia yakni Oscar lalu dibuntuti dengan projek kolaborasi antara Coldplay dengan BTS yang menggemparkan dunia musik. Sebenarnya apa sih yang menyebabkan tren Korea ini berhasil di terima oleh semua kalangan?
Begitu juga dengan makanan, ya… tren snack atau makanan-makanan ringan belakangan ini memang dikuasai negeri ginseng ini. Formula yang pas telah disematkan pada tiap produk mereka yaitu memperbaharui dan mengkreasikan apa yang sudah ada. Korean garlic bread contohnya, siapa yang tak tergiur dengan kombinasi roti bawang dan keju? Begitu juga dengan croffle temuan gian bin aneh yang men-treatment adonan croissant dengan mesin waffle ditambah lagi dengan pilihan saus manis yang makin menambah penasaran orang-orang.
Selain formula amati, tiru, modifikasi tadi Korea juga berhasil membawa makanan tradisional mereka jadi akrab di banyak orang. Yang menarik adalah metode yang mereka lakukan, pernah gak sih kalian tiba-tiba ngidam Topokki setelah menonton adegan di drama korea yang menampilkan tokohnya sedang makan makanan tersebut.
Para kreator series Korea lagi-lagi telah berhasil menemukan formula yang tepat, drama romantis yang cheesy disaksikan malam-malam dengan perut keroncongan jadi celah untuk memperkenalkan makanan khas Korea, hasilnya pasti anda akan langsung mencari makanan itu di e-commerce. Demand yang banyak ini akhirnya membuat banyak usaha retail kemudian berani untuk menjual makanan-makanan Korea di gerainya. Maka dari itu nyadar gak sih kini lebih mudah mendapatkan Topokki ketimbang 3-4 tahun yang lalu.
Teks oleh: Dio Reza

