Site icon Tworubber

Wanita Yang Bekerja Di F&B Sering Kali Disalahartikan

cath halim berdiri di depan kisaku
YouTube Poster

Berangkat dari cintanya akan kopi, Cath yang tadinya mengambil kuliah di jurusan bisnis, finance marketing, kini terjun ke dunia F&B sebagai co-founder dari KISAKU. Besar di Singapura selama 10 tahun dan 4 tahun di Australia, tadinya lebih berkecimpung di dunia perbankan, namun ternyata ia merasa bahwa dunia tersebut tidak cocok dengannya.

“Gue emang suka bisnis dari sejak kecil, dulu gue pernah di bank. Jadi gue punya banyak pengalaman di professional industry, setelah itu satu tahun yang lalu mulai mendirikan KISAKU dengan teman-temanku. Gue orangnya very direct, terus gue orangnya perfectionist banget. Terus gue orangnya galak.”

– Cath Halim | KISAKU

Berdiri sejak September 2019, KISAKU kini memiliki 3 cabang. Flagship store KISAKU berada di jalan Laksana Blok S, yang kedua berada di Revenue Tower SCBD dan yang ketiga berada di Pasar Raya Blok M. KISAKU berfokus kepada menyajikan premium coffee mulai dari cappucino, latte, long black, sampai espresso. Selain itu KISAKU juga menjadi kedai kopi pertama yang launching produk Oat Milk yaitu Oat Mylk Latte.

Bersama dengan 4 partnernya; Raline Shah, Rollin Shah, Dolly dan Lionel, Cath di encourage untuk step up dan mengambil posisi yang memiliki cukup banyak tanggung jawab. Mereka berharap agar suatu hari KISAKU bisa berada di all over the world, karena KISAKU menyajikan Indonesian Coffee yang menggunakan biji kopi Indonesia yang diharapkan suatu hari nanti bisa dibawa keseluruh bagian dunia.

“Konsep KISAKU itu, kita harus tarik balik ke cerita di belakang KISAKU. Jadi gue sama teman-teman gue itu memang suka banget minum kopi. Sejak kayak sudah beberapa tahun suka minum kopi, maupun di dalam negeri, maupun di luar negeri, itu juga selalu cari coffee experience yang berbeda. Nah, di saat itu kita merasa kok di Indonesia itu belum ada coffee shop experience yang sebenarnya. Fokusnya di biji kopi Indonesia,terus brand-nya lokal, dll gitu. Nah, disana kita liat ada, space, ada market untuk bisnis kita. Makanya kita mulai mempunyai KISAKU, yaitu menyajikan produk-produk yang harganya terjangkau tetapi kualitasnya premium.”

– CATH HALIM | KISAKU

Menurut Cath, untuk wanita yang bekerja, bukan hanya di dunia F&B, tidak boleh men-stereotype diri sendiri. Karena menurutnya pasti banyak sekali komentar tentang wanita hanya bisa beberapa hal saja. Kemudian sering kali ketika wanita sudah menikah, mereka yang bekerja akan menjadi masalah karena masalah pembagian waktu. Cath berkomentar bahwa seharusnya mengikuti perkembangan zaman, kita sudah harus bisa berpikir lebih jauh dan lebih luas untuk cara pandang masyarakat terhadap wanita yang bekerja.

“Pendapat gue terhadap wanita yang kerja di industri ini, actually we are quite misrepresented ya. Karena pas gue masuk ke dalam dunia F&B, salah satu hal yang paling gue sadar itu adalah, susah banget untuk mencari staff yang wanita. Staff yang female you know, maupun dari segi barista atau dari segi staff kita yang back office ya. Itu adalah salah satu challengeskita sih, yes we are quite misrepresented sih.”


– Cath Halim | KISAKU

Exit mobile version